Sabtu, 17 Maret 2012

Karena Aku Ketapel Kecil

Ya..
Ketika mereka berkata pada ku. .
"Hai, ketapel kecil"
aku sejenak terdiam, kemudian tersenyum kepada mereka.

K-e-t-a-p-e-l K-e-c-i-l,,

benar..
Ketapel hanyalah sepotong kayu kecil yg bercabang dan dihubungkan dgn tali karet. .
Ah..Sederhana, sgat sderhana ..

Tapi, jangan pernah kau remehkan ketapel kecil. .
Dgn kesederhanaanny, ia dapat menjelma sebgi senjata yg mematikan. .
Yg mematikan stiap hati manusia" yg hidup d belenggu kejahilannya. .
Tpi ia juga dapt menghidupkan. .
Menghidupkan jiwa setiap manusia, yg rindu kepada Tuhan-Nya..

Karena aku ingin menjadi ketapel kecil. .
Yg kuat, tak pernah takut melawan tank baja yg lebih hebat, tak pernah gentar di tengah badai peluru, dan yg akan tetap kecil smpai memahami makna untuk apa menjadi besar . .
Sia-sialah yg telah besar, tpi tak memahami untuk apa menjadi besar. .

dan dgan bangga aku teriakkan!
Akulah Ketapel Kecil .. !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar